"Kalau kamu sibuk mencari yang lebih baik, sampai kapanpun kamu tidak akan pernah menemukan yang terbaik. Jika kamu tetap memaksa dan pada akhirnya tidak menemukan sosok yang kamu cari dalam diriku, silahkan cari di dalam dirimu. Adakah itu dalam dirimu. Atau jika tidak, kita bisa bentuk itu bersama-sama.”
Manusia tidak akan pernah merasa puas dengan apa yang mereka dapat. Bahkan ketika mereka sudah bertemu yang terbaik, mereka tetap saja mengatakan bahwa itu bukan yang terbaik.
Sering kali mereka mengabaikan banyak hati, mematahkan banyak cinta hanya demi menemukan sosok terbaik versi dirinya.
Bukankah bertahan dengan semua kekurangan yang kita punya, saling belajar dan melengkapi satu sama lain adalah yang terbaik dibandingkan dengan mereka yang datang hanya membawa segala kelebihannya (?)
Maka dari itu.
Jangan memilih dan memilikiku karena wajah.
Jika kamu memilihku karena wajah, tentu kamu meninggalkanku ketika kamu melihat wanita yang lebih cantik dariku.
Jangan memilih dan memilikiku karena pakaian.
Jika kamu memilihku karena auratku, tentu kamu meninggalkanku ketika kamu melihat wanita yang lebih tertutup dariku.
Jangan memilih dan memilikiku karena harta.
Jika kamu memilihku karena hartaku, tentu kamu meninggalkanku disaat aku miskin.
Jangan memilih dan memilikiku karena pintar.
Jika kamu memilihku karena kepintaranku, tentu kamu meninggalkanku disaat aku mulai bodoh.
Jangan memilih dan memilikiku karena agama.
Jika karena agama, tentu kamu akan lebih memilih ustadzah dibanding diriku.
Jangan memilih dan memilikiku karena iman.
Jika karena imanku, tentu kamu meninggalkanku disaat kelalaian menghampiriku.
Jangan memilih dan memilikiku karena akhlak.
Jika kamu mencintaiku karena akhlak, tentu kamu meninggalkanku disaat akhlakku terbukti buruk.
Pilih dan miliki aku karena apa yang ada pada diriku. Sesungguhnya itu lebih abadi dan tidak pernah hilang.