Monday, January 14, 2019

Menikah di Usia Muda?



Menikah di usia muda?

Yang harus direnungkan adalah jika kita melihat banyak keluarga para ulama yang nikah muda bahkan ada yang menikah di usia belia, sudahkah kita melihat latar belakang  pernikahannya?

“Segerakan menikah”, memang benar jika berniat menjaga hati dan mata dari pandangan yang haram. Berniat menjaga kehormatan diri dan pasangan. Tapi, menikah bukan sebuah permainan. Pernikahan itu janji suci sebagai sebuah pertanggungjawaban. Pertanggungjawaban kita sebagai hamba Allah. Bukan sebatas suka melainkan ketika susah juga harus tetap merasa bahagia berjuang berdua di jalan Allah.

Misalnya Aisyah istri Rasulullah. Iya, sang Humairah yang dinikahi oleh kekasih Allah dalam keadaan masih muda. Ketika usianya belum genap 15 tahun saja, tidak ada sama sekali rasa galau, curhat kemana-mana, tetap tenang dan hanya dzikir kepada Allah. Alasannya? Karena dasarnya sudah kuat. Sudah dididik  dari kecil oleh Abu Bakar dan Ummu Umar. Bagaimana diajarkan iman dari kecil. Sudah mengetahui ilmu agama dan adab sopansantun. Termasuk bagaimana adab menjadi istri, bagaimana mengerti karakter pasangan, bagaimana menghargai kekurangan pasangan, mengapresiasi kelebihan pasangan, bagaimana adab kepada orang tua setelah menikah, juga adab kepada mertua.

Nah kita? Dasar belum terlalu kuat tiba-tiba langsung ada pernikahan. Belum siap jadi seorang istri juga ibu apalagi menantu.

Jika ada yang menjawab “ Untuk urusan itu bisa belajar bersama-sama setelah menikah”. Begini. Seperti yang kita tahu bahwa orang tua dari jaman dahulu kala bahkan sebelum kita lahir, wejangan yang diberikan selalu sama. "Nikah itu tidak menjamin ada kebahagiaan setiap hari". Kondisi mental yang belum ajeg bisa menjadi pemicu keributan. Ambil contoh tentang komitmen. Ketika sudah menikah, kita akan sering dihadapkan dengan kondisi untuk saling mengalah, saling menyingkirkan ego, saling membahagiakan juga menjaga. Jika suatu hari ada kerikil dalam rumah tangga, dengan kondisi mental yang memang dari awal belum kuat bukan menolak kemungkinan kelak menyelesaikannya tidak dengan kedewasaan bisa jadi malah mencari pelarian.

Menikah adalah komitmen yang sudah diikat untuk tidak diingkari. Komitmen selalu bersama dalam suka maupun duka, dalam lapang maupun sempit, dalam sehat maupun sakit. Allah memilihkan jodoh juga tidak selalu dengan sifat yang sama. Sesekali akan ada pertengkaran hanya karena perbedaan.

Lantas bagaimana? Kembali pada intinya, nikah muda harus ada dasar yang kuat dari dalam diri. Matangkan mentalmu untuk siap menghadapi segala ‘resiko’nya. Jadi jika ingin menikah sekarang pastikan niatmu, pahami ilmu tentang keluarga, ada kesiapan ekonomi, dan kematangan diri yang menunjukkan kedewasaanmu.

Semoga setiap niat baik kita untuk menjalankan sunnah Rosulullah segera dimudahkan oleh Allah. Dan semoga pernikahan yang kita niatkan adalah pernikahan suci yang bernilai ibadah.


Aamiin ya rabbal 'alamin


Share:

Related Posts: