Aku pikir selama ini menjadi sebuah rumah, ternyata aku
salah. Hanya tempat singgah.
……………………………………………………………………………………………………………
Seharusnya setelah kamu mengabaikan dan tak menghargaiku
lagi, aku tak perlu menunggumu. Nyatanya sesabar apapun aku disini dengan
perasaan yang sama, kamu tetap tidak akan mengerti.
Bodohnya diriku yang masih mencintai seseorang yang hatinya
entah untuk siapa. Konyolnya diriku yang memaklumi seseorang yang terlihat
jelas berulang kali ingkar.
Jika memang aku tak diinginkan, cukup sampaikan kepastian
untuk sebuah hubungan. Sungguh menderita, tetap bertahan dengan kekecewaan
namun pada akhirnya tidak ada kelanjutan.
Jika memang kamu ingin pergi, cukup beri informasi agar ku
tak menunggu juga mengharapkanmu lagi.
Ya sudah.
Aku tak memaksakan untuk sama-sama bertahan.
Maafkan jika sebelumnya semua isyarat mu sulit untuk ku
terima.
Jalani hidupmu sesuai kemauanmu. Aku tak lagi memaksakan
untuk selalu disampingmu.
Semoga kamu bahagia dengan sikapmu sendiri itu.