Friday, January 4, 2019

Bukan Rumah



Aku pikir selama ini menjadi sebuah rumah, ternyata aku salah. Hanya  tempat singgah.

……………………………………………………………………………………………………………


Seharusnya setelah kamu mengabaikan dan tak menghargaiku lagi, aku tak perlu menunggumu. Nyatanya sesabar apapun aku disini dengan perasaan yang sama, kamu tetap tidak akan mengerti.
Bodohnya diriku yang masih mencintai seseorang yang hatinya entah untuk siapa. Konyolnya diriku yang memaklumi seseorang yang terlihat jelas berulang kali ingkar.

Jika memang aku tak diinginkan, cukup sampaikan kepastian untuk sebuah hubungan. Sungguh menderita, tetap bertahan dengan kekecewaan namun pada akhirnya tidak ada kelanjutan.
Jika memang kamu ingin pergi, cukup beri informasi agar ku tak menunggu juga mengharapkanmu lagi.

Ya sudah.

Aku tak memaksakan untuk sama-sama bertahan.
Maafkan jika sebelumnya semua isyarat mu sulit untuk ku terima.
Jalani hidupmu sesuai kemauanmu. Aku tak lagi memaksakan untuk selalu disampingmu.
Semoga kamu bahagia dengan  sikapmu sendiri itu.


Share:

Related Posts: